RSS

Arsip Kategori: Material

Ilmu Bahan (Bahan Teknik)

Handbook Material Science and Engineering 7th William D. Callister, Jr.

Silahkan download di sini

Iklan
 
 

Perhitungan Ketebalan Pipa pada Piping

WALL THICKNESS CALCULATION

Perhitungan ketebalan pipa bisa dilakukan dengan memakai rumus berikut:

2

Dimana:
tm   = minimum required wall thickness (inches).
P  =  internal design pressure (psig).
T  =  selected pipe wall thickness (pipe schedules)
D  =  outside diameter of pipe (inches).
S  =  allowable stresses for pipe material (psi), per tables in ASME B31.3 (Appendix A)
E  =  longitudinal weld joint factor, per tables in ASME B31.3 (Appendix A – normally 1.0 for seamless pipe).
Y  =  temperature factor, per Table 304.1.1 in ASME B31.3 (Normally 0.4).
C  =  the sum of mechanical allowances (groove depth and threading) plus allowances for corrosion and erosion (inches).
MT  =  factor to account for mill tolerance on pipe wall thickness. 0.875 for seamless A-106 Gr. B pipe and seamless API-5L Gr. B pipe. 0.90 for API-5L Gr. B welded 20 inch NPS and above.

Notes:

(1) Rumus ini dipakai jika t kurang dari D/6 dan P/SE kurang dari atau sama dengan 0.385.

(2) Rumus ini diambil dari ASME B31.3 (ASME B31.4 dan B31.8 memiliki rumus yang berbeda).

(3) Threading allowances adalah sebagai berikut (dari ASME B1.20.1, ASME B31.3, Sections 304.1.1 dan 314):

½” – ¾” NPS  0.0571″ thread allowance  1″ – 2″ NPS  0.0696″ thread allowance

Sumber: http://www.agussuwasono.com

 
3 Komentar

Ditulis oleh pada September 16, 2011 in Artikel Engineering, Fluid Mechanics, Material

 

Prinsip Pembengkokan Plat (Bending Process)

Proses perubahan bentuk logam secara plastik dengan cara penekanan dan tarik lewat roll penjepit dan pembentuk ( Die ) sebagai pelengkung dengan menggunakan press hidrolik dinamakan proses roll bending. Pengerjaan ini banyak digunakan pada proses pengerjaan logam khususnya pada pengerjaan dingin logam ( metal cold working ).

Pada perubahan bentuk logam diantara roll penjepit dan die pembentuk, benda kerja akan mengalami tegangan yang dikenal dengan tegangan-tegangan kompresi yang tinggi berasal dari gerakan jepit roll dan tegangan gesek permukaan sebagai akibat gesekan antara logam dan roll. Gaya gesek juga mempunyai pengaruh terhadap penarikan logam diantara roll dan die pembentuk. Pelengkungan logam ini pada dasarnya terdiri dari : roll ( bantalan/bushing ) dan die pembentuk yang berbentuk busur dan dudukan/meja tempat komponen-komponen tersebut, disertai penggerak die yakni hidrolik oli yang dipompa oleh motor lisrik. Gaya yang dihasilkan pada pembengkokan dapat mencapai ratusan Kgf, oleh karena itu diperlukan konstruksi yang kokoh. Hampir semua proses bending ( pembengkokan ) pelat khususnya pada proses yang dibahas ini sangat identik dengan dua elemen dimana kedua elemen tersebut dibuat dari coran logam atau logam karbon berstandar kuat. Setiap elemen mempunyai fungsi masing-masing dalam proses pembentukan, sebagai ilustrasi dapat diperlihatkan pada gambar dibawah ini.

Secara deskriptif untuk setiap elemen mempunyai fungsi khusus antara lain:

1. Busur Pembenrtuk ( dies )

Dinyatakan sebagai busur pembentuk karena bentuknya seperti busur dengan sudut .yang berfungsi untuk membentuk lembaran pelat dengan membengkokkan pelat melalui pemberian tekanan hidrolik. Benda  ini bergerak kekiri dan kekanan dengan arah tegak lurus pada sumbu poros dan pergerakan  busur ini dibatasi oleh dua pembatas ( limit switch ) yang dipasang pada sisi kanan dan kiri poros agar busur bergerak tetap pada radius . Pada sisi sebelah busur diberikan penjepit pelat agar pelat tetap pada posisi diam pada saat terjadi penetrasi antara roll dan busur dalam proses pembengkokan.

2. Roll Penjepit/penekan

Roll penjepit ini berada tepat disebelah busur pembentuk. Roll ini bekerja secara statis ( diam ) namun berputar pada saat terjadi gesekan dengan pelat yang digerakkan oleh busur, rol ini berputar dengan arah tegak lurus pada sumbu poros, yang berfungsi untuk menjepit dan menekan pelat pada proses pembengkokan terjadi.

Sumber : http://yefrichan.wordpress.com

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 14, 2011 in Elemen Mesin, Material

 

Blasting

Blasting adalah proses pembersihan permukaan material dengan menggunakan sistem penyemprotan udara bertekanan tinggi dengan berbagai media seperti pasir,air,dan lain-lain. Blasting dapat dikategorikan sebagai surface treatment yang banyak di aplikasikan pada dunia keteknikan seperti pada pembuatan kapal, maintenance system perpipaan, maintenance peralatan/mesin-mesin fluida dan lain-lain.

Ada pun jenis-jenis blasting adalah:

1. Sandblasting

Sandblasting adalah rangkaian kegiatan surface preparation dengan cara menembakkan partikel padat dengan ukuran Grit 18 – 40 seperti pasir silica, steel grit atau garnet ke suatu permukaan dengan tekanan tinggi sehingga terjadi tumbukkan dan gesekan. Sandblasting dipilih kerna proses ini yang paling cepat dan efisien untuk membersihkan permukaan material yang terkontaminasi oleh berbagai kotoran terutama karat. Efek dari sandblasting ini membuat permukannya menjadi kasar dan permukaan yang kasar ini membuat cat dapat melekat dengan kuat.

Gambar 5.1 Proses sandblasting dan contoh grit yang dipakai untuk proses sandblasting

2. Wetsandblasting

Wetsandblasting adalah proses yang sama dengan Sandblasting, bedanya ditambahkancampuran air khusus yang sudah ditambahkan bahan anti karat, kedalam pasir agar tidak menimbulkan percikan api dan debu pasir yang dapat menganggu proses produksi.

Wetsandblasting atau biasa disebut wetblasting biasa diaplikasikan untuk area khusus yang sangat sensitif terhadap percikan api dan atau debu, dan juga di ruang produksi yang tidak memungkinkan adanya penghentian proses produksi sesaat.

Adapun keuntungan dari wetsandblasting disbanding dengan sandblasting adalah:

  1. Berkurangnya tingkat polusi debu (dust dan debris) karena terbawa oleh air yang menyertai abrasive material.
  2. Menekan (me-reduce) percikan api akibat benturan grit dengan metal pada saat proses blasting berlangsung.

Wet blasting ini banyak digunakan dalam operasi blasting/painting di areal pabrik dimana total shutdown biasanya tidak dapat dilakukan. Atau area dimana fire/dust restrictions sangat tinggi (daerah proses, daerah yg berdekatan dengan instrumen yang peka debu atau diarea yang mudah terbakar).

Selain jenis di atas ada jenis lain seperti dry ice blasting, bead blasting dan soda blasting. Pada prinsipnya metode tersebut mirip dengan sandblasting dan wetblasting di mana suatu media didorong dengan aliran udara bertekanan tinggi (atau gas inert lainnya) untuk menghantam permukaan yang akan dibersihkan.

5.4. Tujuan Blasting

Adapun tujuan dilakukannya proses blasting adalah :

  1. Membersihkan permukaan material (besi) dari kontaminasi seperti karat,   tanah, minyak, cat, garam dan lainnya.
  2. Mengupas cat lama yang sudah rusak atau pudar.
  3. Membuat profile (kekasaran) pada permukaan metal sehingga cat lebih melekat.
 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Agustus 14, 2011 in Artikel Engineering, Material

 

Metodologi Penelitian

Skema rancangan percobaan anodising aluminium yang mau dilakukan adalah sebagai berikut : (klik di sini)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 30, 2011 in Material

 

Types of Steel

Baja secara umum dapat dikelompokkan atas 2 jenis yaitu :

  • Baja karbon (Carbon steel)
  • Baja paduan (Alloy steel)

1. Baja Karbon (carbon steel)

Baja karbon dapat terdiri atas :

  • Baja karbon rendah (low carbon steel)

Machine, machinery dan mild steel (0,05 % – 0,30% C ) Sifatnya mudah ditempa dan mudah di mesin  Penggunaannya:

•          0,05 % – 0,20 % C : automobile bodies, buildings, pipes, chains, rivets, screws, nails.

•          0,20 % – 0,30 % C : gears, shafts, bolts, forgings, bridges, buildings

  • Baja karbon menengah (medium carbon steel )
    • Kekuatan lebih tinggi daripada baja karbon rendah.
    • Sifatnya sulit untuk dibengkokkan, dilas, dipotong.

     Penggunaan:

  • 0,30 % – 0,40 % C : connecting rods, crank pins, axles.
  • 0,40 % – 0,50 % C : car axles, crankshafts, rails, boilers, auger bits, screwdrivers.
  • 0,50 % – 0,60 % C : hammers dan sledges
  • Baja karbon tinggi (high carbon steel)  tool steel

       Sifatnya sulit dibengkokkan, dilas dan dipotong. Kandungan 0,60 % – 1,50 % C

       Penggunaan :

  • screw drivers, blacksmiths hummers, tables knives, screws, hammers, vise jaws, knives, drills. tools for turning brass and wood, reamers, tools for turning hard metals, saws for cutting steel, wire drawing dies, fine cutters

2. Baja Paduan (Alloy steel)

Tujuan dilakukan penambahan unsur yaitu:

  • Untuk menaikkan sifat mekanik baja (kekerasan, keliatan, kekuatan tarik dan sebagainya)
  • Untuk menaikkan sifat mekanik pada temperatur rendah
  • Untuk meningkatkan daya tahan terhadap reaksi kimia (oksidasi dan reduksi)
  • Untuk membuat sifat-sifat spesial

Baja paduan yang diklasifikasikan menurut kadar karbonnya dibagi menjadi:

  • Low alloy steel, jika elemen paduannya ≤ 2,5 %
  • Medium alloy steel, jika elemen paduannya 2,5 – 10 %
  • High alloy steel, jika elemen paduannya > 10 %

Baja paduan juga dibagi menjadi dua golongan yaitu baja campuran khusus (special alloy steel) &high speed steel.

  • Baja Paduan Khusus (special alloy steel)

Baja jenis ini mengandung satu atau lebih logam-logam seperti nikel, chromium, manganese, molybdenum,       tungsten dan vanadium. Dengan menambahkan logam tersebut ke dalam baja maka baja paduan tersebut akan merubah sifat-sifat mekanik dan kimianya seperti menjadi lebih keras, kuat dan ulet bila dibandingkan terhadap baja karbon (carbon steel).

  • High Speed Steel (HSS) Self Hardening Steel

Kandungan karbon : 0,70 % – 1,50 %. Penggunaan membuat alat-alat potong seperti drills, reamers, countersinks, lathe tool bits dan milling cutters. Disebut High Speed Steel karena alat potong yang dibuat dengan material tersebut dapat dioperasikan dua kali lebih cepat dibanding dengan carbon steel. Sedangkan harga dari HSS besarnya dua sampai empat kali daripada carbon steel

Jenis Lainnya :

Baja dengan sifat fisik dan kimia khusus:

  • Baja tahan garam (acid-resisting steel)
  • Baja tahan panas (heat resistant steel)
  • Baja tanpa sisik (non scaling steel)
  • Electric steel
  • Magnetic steel
  • Non magnetic steel
  • Baja tahan pakai (wear resisting steel)
  • Baja tahan karat/korosi

Dengan mengkombinasikan dua klasifikasi baja menurut kegunaan dan komposisi kimia maka diperoleh lima kelompok baja yaitu:

  • Baja karbon konstruksi (carbon structural steel)
  • Baja karbon perkakas (carbon tool steel)
  • Baja paduan konstruksi (Alloyed structural steel)
  • Baja paduan perkakas (Alloyed tool steel)
  • Baja konstruksi paduan tinggi (Highly alloy structural steel)
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 25, 2011 in Material

 

Komposisi Adonan HA (Versi 2)

1.) Aquades : 30ml, HA : 16gr, MC : 0,75gr, wktu pngadukan: 3 menit

2.) Aquades : 30ml, HA : 16gr, MC : 0,75gr, wktu pngadukan: 5 menit

3.) Aquades : 30ml, HA : 18gr, MC : 0,75gr, wktu pngadukan: 5 menit

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 20, 2011 in Bio Material, Material