RSS

Klasifikasi Air Compressor Berdasarkan Sistem Lubrikasi

12 Jun

Ditinjau dari sistem lubrikasinya Air Compressor dibagi menjadi ;

1. Oil Free Compressor

2. Oil Inject / Oil Flooded Compressor

Oil Free Compressor adalah compressor dimana bagian utamanya tidak terlubrikasi. Misal pada screw compressor, screw tidak terlubrikasi oleh oil. Karena screw tidak terlubrikasi, sehingga udara yang terdeliver ke sistem bersifat free oil.

Oil Inject compressor adalah compressor dimana bagian utamanya ikut terlubrikasi oleh oil. Misal pada screw compressor, screw terlubrikasi oleh oil. Sehingga ada kemungkinan oil yang terbawa udara yang dicompress. Sehingga pada jenis compressor ini ada alat oil separator. Fungsinya untuk memisahkan oil dan udara yang bercampur. Melalui oil separator inilah oil dan udara terpisah. Oil akan mengalir ke bagian bawah ke saluran lubrikasi dan udara akan mengalir kebagian atas yang akan berlanjut ke discharge compressor. Meskipun sudah ada oil separator, akan tetapi tidak dapat dijamin udara yang terdeliver ke sistem nantinya bersifat free oil. Oil yang terbawa ke sistem (oil carryover) pada compressor ini biasanya berkisar 2-5 ppm.

Pada oil free compressor, tekanan yang dihasilkan (discharge pressure) terbatas. Biasanya maximal 10 barg. Lain halnya dengan oil inject compressor yang bisa sampai 16 barg. Tentu dari sisi ini oil inject akan lebih diuntungkan. Lantas kenapa discharge pressure yang dihasilkan bisa lebih besar pada oil inject compressor? Jawabannya ada pada rumus gas ideal kawan. Tidak akan saya bahas secara rinci di sini.

Jika berbicara kualitas udara yang dihasilkan, pasti kita akan memilih oil free compressor. Karena udara yang dihasilkan sudah bersih (free oil) dibandingkan dengan oil inject compressor yang masih membawa oil 2-5 ppm. Namun hal tersebut lantas menjadi alasan dipilih nya oil free compressor pada suatu project. Sekali lagi tergantung penggunaan dan aplikasinya. Jika dalam penggunaannya masih diperbolehkan kandungan oil, saya lebih pilih pakai oil injet. Tentu hal ini alasan harga (costly). Akan tetapi jika memang penggunaanya mengharuskan udara yang free oil seperti pada aplikasi food & beverage seharusnya dipilih oil free compressor.

Dari segi life time, menurut saya oil inject compressor memiliki umur yang lebih bagus dibanding oil free. Bagaimanapun juga komponen mesin yang terlubrikasi secara rutin akan menambah umur komponen tersebut. Apalagi jika komponen tersebut tergolong rotating part.

Jadi, pemilihan compressor akan selalu melihat berbagai aspek dan sudut pandangnya. Semoga penjelasan singkat ini dapat memberikan gambaran dan tambahan ilmu bagi teman2 engineer.

 
 

2 responses to “Klasifikasi Air Compressor Berdasarkan Sistem Lubrikasi

  1. Pompa Centrifugal

    Juli 26, 2016 at 2:03 pm

    Nice Post. Bermafaat sekali.

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: