RSS

Arsip Harian: Juni 12, 2014

Klasifikasi Air Compressor Berdasarkan Sistem Lubrikasi

Ditinjau dari sistem lubrikasinya Air Compressor dibagi menjadi ;

1. Oil Free Compressor

2. Oil Inject / Oil Flooded Compressor

Oil Free Compressor adalah compressor dimana bagian utamanya tidak terlubrikasi. Misal pada screw compressor, screw tidak terlubrikasi oleh oil. Karena screw tidak terlubrikasi, sehingga udara yang terdeliver ke sistem bersifat free oil.

Oil Inject compressor adalah compressor dimana bagian utamanya ikut terlubrikasi oleh oil. Misal pada screw compressor, screw terlubrikasi oleh oil. Sehingga ada kemungkinan oil yang terbawa udara yang dicompress. Sehingga pada jenis compressor ini ada alat oil separator. Fungsinya untuk memisahkan oil dan udara yang bercampur. Melalui oil separator inilah oil dan udara terpisah. Oil akan mengalir ke bagian bawah ke saluran lubrikasi dan udara akan mengalir kebagian atas yang akan berlanjut ke discharge compressor. Meskipun sudah ada oil separator, akan tetapi tidak dapat dijamin udara yang terdeliver ke sistem nantinya bersifat free oil. Oil yang terbawa ke sistem (oil carryover) pada compressor ini biasanya berkisar 2-5 ppm.

Pada oil free compressor, tekanan yang dihasilkan (discharge pressure) terbatas. Biasanya maximal 10 barg. Lain halnya dengan oil inject compressor yang bisa sampai 16 barg. Tentu dari sisi ini oil inject akan lebih diuntungkan. Lantas kenapa discharge pressure yang dihasilkan bisa lebih besar pada oil inject compressor? Jawabannya ada pada rumus gas ideal kawan. Tidak akan saya bahas secara rinci di sini.

Jika berbicara kualitas udara yang dihasilkan, pasti kita akan memilih oil free compressor. Karena udara yang dihasilkan sudah bersih (free oil) dibandingkan dengan oil inject compressor yang masih membawa oil 2-5 ppm. Namun hal tersebut lantas menjadi alasan dipilih nya oil free compressor pada suatu project. Sekali lagi tergantung penggunaan dan aplikasinya. Jika dalam penggunaannya masih diperbolehkan kandungan oil, saya lebih pilih pakai oil injet. Tentu hal ini alasan harga (costly). Akan tetapi jika memang penggunaanya mengharuskan udara yang free oil seperti pada aplikasi food & beverage seharusnya dipilih oil free compressor.

Dari segi life time, menurut saya oil inject compressor memiliki umur yang lebih bagus dibanding oil free. Bagaimanapun juga komponen mesin yang terlubrikasi secara rutin akan menambah umur komponen tersebut. Apalagi jika komponen tersebut tergolong rotating part.

Jadi, pemilihan compressor akan selalu melihat berbagai aspek dan sudut pandangnya. Semoga penjelasan singkat ini dapat memberikan gambaran dan tambahan ilmu bagi teman2 engineer.

Iklan
 
 

Klasifikasi Air Compressor Berdasarkan Cooling System

Jika kita mengingat kembali hukum pada Gas Ideal (P.V ≅ T). Artinya ketika suatu gas ideal dinaikan pressurenya akan terjadi kenaikan temperature pula. HAl tersebut yang terjadi pada unit air compressor. Ketika udara itu di compress maka pressure nya akan naik yang akan menyebabkan temperature naik juga. Oleh karena itu, udara tersebut perlu di dinginkan sebelum dideliver ke sistem. Sistem pendinginan inilah yang menjadikan compressor dibagi menjadi air cooled dan water cooled.

Air Cooled compressor –> Seperti pada namanya, compressor ini menggunakan udara sebagai media pendinginnya. Udara didinginkan menggunakan udara. Tetapi dalam kasus ini tentu udara yang didinginkan berbeda dengan udara yang pendinginnya. Udara yang didinginkan adalah udara keluar compressor (sebenarnya udara setelah mengalami kenaikan pressure setelah dicompress oleh compressor).  Udara pendingin di ambil dari udara sekitar.

Water Cooled compressor –> Dapat dilihat dari namanya, air compressor water cooled menggunakan water (air) sebagai media pendinginnya. air yang digunakan sebagai media pendingin biasanya diambil dari demin water, yaitu air yang sudah mendapatkan perlakuan tertentu sehingga tingkat kemurniannya tinggi. Hal ini mengingat komponen di dalam compressor harus dijaga agar tidak mudah rusak (korosi misalnya). Karena menggunakan media air sebagai pendinginnya, maka di sini terdapat peralatan tambahan berupa pompa yang bertugas mendistribusikan air ke dalam unit compressor itu sendiri. Biasanya disebut closed loop water pump. Air yang keluar dari compressor setelah digunakan untuk mendinginkan udara compressor tentunya memiliki temperature tinggi, sehingga perlu adanya tambahan cooler dan biasanya type coolernya PHE (Plate Heat Exchanger). Demin water ini akan didinginkan oleh water juga. Air yang digunakan untuk mendinginkan demin water keluaran compressor adalah air dari cooling tower.

Secara sistem akan lebih mudah air cooled compressor dibandingkan dengan water cooled compressor. Akan tetapi dengan mempertimbangkan beberapa aspek teknis dan kondisi lapangan, tidak sedikit juga project yang menggunakan water cooled compressor.