RSS

Arsip Harian: Agustus 14, 2011

Tentang Sikap

Kita tidak dapat mengubah masa lalu
Kita tidak dapat mengubah tingkah laku orang
Kita tidak dapat mengubah apa yang pasti terjadi

Satu hal yang dapat kita ubah
adalah satu hal yang dapat kita kontrol,
dan itu adalah sikap kita.

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Agustus 14, 2011 in Inspirasi & Motivasi

 

Termometer Bola Kering dan Termometer Bola Basah

Sebagai seorang Engineer,,apakah teman-teman tahu istilah yang saya jadikan judul itu????

Termometer Bola Kering biasa dikenal dengan Dry Bulb Temperature dan Termometer Bola Basah biasa dikenal dengan Wet Bulb Temperature.. naahhh,,, sekarang dah tahu kan?? atau lupa-lupa ingat?? OK lah,,saya coba m’refresh lagi pengetahuan teman-teman soal satu ini…

Dry Bulb temperature (Temperatur bola kering),

yaitu suhu yang ditunjukkan dengan thermometer bulb biasa, dengan bulb dalam keadaan kering. Satuan untuk suhu ini biasa dalam Celcius, Kelvin, Fahrenheit. Seperti yang diketahui bahwa thermometer menggunakan prinsip pemuaian zat cair dalam thermometer. Jika kita ingin mengukur suhu udara dengan thermometer biasa maka terjadi perpindahan kalor dari udara ke bulb thermometer. Karena mendapatkan   kalor maka zat cair (misalkan: air raksa) yang ada di dalam thermometer mengalami pemuaian sehingga tinggi air raksa tersebut naik. Kenaikan ketinggian cairan ini yang di konversika dengan satuan suhu (celcius, Fahrenheit, dll).

Wet Bulb Temperature (Temperatur bola basah),

yaitu suhu bola basah. Sesuai dengan namanya “wet bulb”, suhu ini diukur dengan menggunakan thermometer yang bulbnya (bagian bawah thermometer) dilapisi dengan kain yang telah basah kemudian dialiri udara yang ingin diukur suhunya.

Perpindahan kalor terjadi dari udara ke kain basah tersebut. Kalor dari udara akan digunakan untuk menguapkan air pada kain basah tersebut, setelah itu baru digunakan untuk memuaikan cairan yang ada dalam thermometer.

Untuk menjelaskan apa itu wet bulb temperature, dapat kita gambarkan jika ada suatu kolam dengan panjang tak hingga diatasnya ditutup.  Kemudian udara dialirkan melalui permukaan air. Dengan adanya perpindahan kalor dari udara ke permukaan air maka terjadilah penguapan.  Udara menjadi jenuh diujung kolam air tersebut. Suhu disinilah yang dinamakan Wet Bulb temperature.

Untuk mengukur dua sifat (Dry dan Wet bulb temperature) ini sekaligus biasanya menggunkan alat yang namanya sling, yaitu dua buah thermometer yang di satukan, satu thermometer biasa dan yang lainnya thermometer dengan bulb diselimuti kain basah.

Gimana brooo??? dah inget lagi to?? OK,,OK,,sekarang tk coba refresh lgi istilah2 lain yang bersangkutan dengan topik di atas..

Dew Point, yaitu suhu dimana udara telah mencapai saturasi (jenuh). Jika udara tersebut mengalami pelepasan kalor sedikit saja, maka uap air dalam udara akan mengembun.

Humidity Ratio (w), yaitu ukuran massa uap air yang ada dalam satu satuan udara kering (Satuan International: gram/kg).

Relative Humidity (RH),  Perbandingan antara fraksi mol uap dengan fraksi mol udara basah pada suhu dan tekanan yang sama (satuannya biasanya dalam persen (%)).

Volume Spesifik (v), yaitu besarnya volume udara dalam satu satuan massa. (SI: m³/kg)

Enthalpy (h), yaitu banyaknya kalor (energy) yang ada dalam udara setiap satu satuan massa. Enthalpy ini merupakan jumlah total energi yang ada dalam udara terebut, baik dari udara maupun uap air yang terkandung didalamnya.

 

Itu tadi yang bisa saya kasih bwt temen2 Engineer semua… Semoga bermanfaat…

 
 

Pressure Drop in Piping System

Kehilangan tekanan yang terjadi pada sistem perpipaan atau saluran akan menghasilkan dampak yang sama, baik oleh bagian lurus dari pipa ditambah dengan jumlah kesetaraan panjang pipa utama dari kehilangan tekanan yang disebabkan oleh komponen sistem perpipaan seperti klep, sambungan T, belokan dengan berbagai besaran sudut, pembesaran dan pengecilan pipa, pintu masuk kedalam dan keluar dari tangki.

Adapun nilai dari koefisien k, untuk berbagai komponen perpipaan atau saluran adalah sbb.

1)      Kehilangan tekanan pada pintu masuk pipa (inlet) :   k =0,5

2)      Kehilangan tekanan pada pintu keluar (outlet):             k=1

3)      Secara umum dapat dinyatakan sebagai  hf= k v²/2g                             .

a.       Untuk klep terbuka, nila ξ:

i.            Gate valve =0,15

ii.            Glove valve=7,5

iii.            Angle valve=4,0

b.      Siku (Elbow): k = 0,5 – 1,5

c.       Untuk simpangan berbentuk T: k = 1,5 (untuk belokan), 0,5 untuk arah lurus

d.      Pintu masuk (inlet): k = 0,05-1,0 (0,05 untuk  pintu masuk yang alirannya bersifat sejajar, stream lines

e.       Pembesaran tiba-tiba: k = (v1-v2)²/2g

Nilai Kekasaran dalam pipa untuk berbagai jenis bahan pipa (e)

Cast iron (Asphalt dipped)               0.1220 mm                0.004800”

Cast iron                                           0.4000 mm                0.001575”

Concrete                                           0.3000 mm                0.011811”

Copper                                              0.0015 mm                0.000059”

PVC                                                  0.0050 mm                0.000197”

Steel                                                  0.0450 mm                0.001811”

Steel (Galvanised)                            0.1500 mm                0.005906”

Sumber : yefrichan.wordpress.com

 
 

Blasting

Blasting adalah proses pembersihan permukaan material dengan menggunakan sistem penyemprotan udara bertekanan tinggi dengan berbagai media seperti pasir,air,dan lain-lain. Blasting dapat dikategorikan sebagai surface treatment yang banyak di aplikasikan pada dunia keteknikan seperti pada pembuatan kapal, maintenance system perpipaan, maintenance peralatan/mesin-mesin fluida dan lain-lain.

Ada pun jenis-jenis blasting adalah:

1. Sandblasting

Sandblasting adalah rangkaian kegiatan surface preparation dengan cara menembakkan partikel padat dengan ukuran Grit 18 – 40 seperti pasir silica, steel grit atau garnet ke suatu permukaan dengan tekanan tinggi sehingga terjadi tumbukkan dan gesekan. Sandblasting dipilih kerna proses ini yang paling cepat dan efisien untuk membersihkan permukaan material yang terkontaminasi oleh berbagai kotoran terutama karat. Efek dari sandblasting ini membuat permukannya menjadi kasar dan permukaan yang kasar ini membuat cat dapat melekat dengan kuat.

Gambar 5.1 Proses sandblasting dan contoh grit yang dipakai untuk proses sandblasting

2. Wetsandblasting

Wetsandblasting adalah proses yang sama dengan Sandblasting, bedanya ditambahkancampuran air khusus yang sudah ditambahkan bahan anti karat, kedalam pasir agar tidak menimbulkan percikan api dan debu pasir yang dapat menganggu proses produksi.

Wetsandblasting atau biasa disebut wetblasting biasa diaplikasikan untuk area khusus yang sangat sensitif terhadap percikan api dan atau debu, dan juga di ruang produksi yang tidak memungkinkan adanya penghentian proses produksi sesaat.

Adapun keuntungan dari wetsandblasting disbanding dengan sandblasting adalah:

  1. Berkurangnya tingkat polusi debu (dust dan debris) karena terbawa oleh air yang menyertai abrasive material.
  2. Menekan (me-reduce) percikan api akibat benturan grit dengan metal pada saat proses blasting berlangsung.

Wet blasting ini banyak digunakan dalam operasi blasting/painting di areal pabrik dimana total shutdown biasanya tidak dapat dilakukan. Atau area dimana fire/dust restrictions sangat tinggi (daerah proses, daerah yg berdekatan dengan instrumen yang peka debu atau diarea yang mudah terbakar).

Selain jenis di atas ada jenis lain seperti dry ice blasting, bead blasting dan soda blasting. Pada prinsipnya metode tersebut mirip dengan sandblasting dan wetblasting di mana suatu media didorong dengan aliran udara bertekanan tinggi (atau gas inert lainnya) untuk menghantam permukaan yang akan dibersihkan.

5.4. Tujuan Blasting

Adapun tujuan dilakukannya proses blasting adalah :

  1. Membersihkan permukaan material (besi) dari kontaminasi seperti karat,   tanah, minyak, cat, garam dan lainnya.
  2. Mengupas cat lama yang sudah rusak atau pudar.
  3. Membuat profile (kekasaran) pada permukaan metal sehingga cat lebih melekat.
 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Agustus 14, 2011 in Artikel Engineering, Material