RSS

Arsip Harian: Mei 19, 2011

Penemuan Logam Baru Mempunyai Sifat Sama Dengan Polladium

Peneliti Jepang telah menciptakan campuran logam bersifat sama dengan palladium, logam berharga biasa digunakan pada banyak produk teknologi tinggi, menurut laporan berita pada Kamis, yang menyebutnya terobosan “alkimia masa kini”.

Seorang profesor Universitas Kyoto, Hiroshi Kitagawa, beserta tim peneliti lainnya mengatakan mereka menggunakan teknologi nano untuk mencampur logam rhodium dan perak, elemen yang umumnya tidak dicampur, guna menciptakan logam gabungan baru, menurut laporan koran Yomiuri.

Logam campuran tersebut memiliki sifat seperti palladium, yang biasa digunakan sebagai konverter katalis pengurang emisi dalam mobil, komputer, telepon selular, televisi layar datar dan peralatan dokter gigi.

Diantara klasifikasi logam putih, seperti perak dan platinum, palladium terhitung mahal, dengan deposit tambang terbatas pada Afrika Selatan dan Rusia.

Palladium juga diaplikasikan untuk memproduksi bahan bakar sel — sumber energi bersih dan terbarukan yang memproduksi listrik dengan mengkombinasikan hidrogen dan oksigen, dan hanya menghasilkan air sebagai pembuangan.

Untuk menciptakan logam baru, tim peneliti dari Kyoto itu menggunakan teknologi nano dengan mencairkan rhodium dan perak kemudian secara perlahan mencampur keduanya dalam alkohol panas, dengan kedua logam tercampur secara stabil dalam tingkat atom, kata laporan tersebut.

Kementerian perindustrian Jepang telah mendaftar 31 logam langka, diantaranya palladium dan lithium, yang digunakan dalam produk industri, seperti peralatan elektronik dan baterei.

Dari logam langka tersebut, 17 termasuk dalam klasifikasi mineral langka bumi.

Jepang, negara bersumber daya alam rendah, sedang mencoba mengubah ketergantungan dengan China, yang menguasai sebagian besar produksi mineral langka bumi untuk pasar global.

Kitagawa menyatakan harapan untuk membuat lebih banyak logam campuran dengan menggunakan teknologi nano, tanpa menjelaskan logam yang mana, kata Yomiuri.

Nanoteknologi mencakup pengembangan teknologi dalam skala nanometer, biasanya 0,1 hingga 100 nm (satu nanometer sama dengan seperseribu mikrometer atau sepersejuta milimeter). Istilah tersebut terkadang diterapkan pada teknologi berukuran sangat kecil.(republika)

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 19, 2011 in Material

 

Graphene Material Pengganti Baja dimasa Depan

Teknologi otomotif kini makin berkembang. Bila sebelumnya produsen otomotif masih percaya serat karbon sebagai bahan yang ringan namun kuat, kini ada lagi material baru yang diklaim 10 kali lebih kuat dibanding metal.

Material yang diberi nama graphene ini dikembangkan oleh tim dari University of Technology Sydney (UTS) dan disupervisi oleh Professor Guoxiu Wang ini diprediksi akan sangat potensial digunakan oleh industri otomotif masa depan.

Material ini seperti dipublikasi dari Journal of Applied Physics merupakan hasil dari pengolahan graphite yang kemudian dimurnikan dan disaring dengan bahan kimia tertentu yang kemudian ditransformasi menjadi graphene nanosheets.

Dengan menggunakan berbagai proses tersebut UTS mengklaim kalau material baru yang mereka temukan itu enam kali lebih ringan dibanding baja tapi lima sampai enam kali lebih padat.

Selain itu material ini juga dua kali lebih keras dari baja dan sepuluh kali lebih kuat serta 13 kali lebih rigid dibanding baja.

Sifat mekanik yang luar biasa dari kertas graphene membuat bahan ini menjanjikan untuk diaplikasi secara komersial,” ungkap kepala peneliti Ali Reza Ranjbartoreh seperti dikutip dari

“Bukan hanya karena ringan, kuat, lebih keras dan lebih fleksibel daripada baja tapi juga merupakan produk manufactur yang bisa didaur ulang dan bisa berkelanjutan serta ramah lingkungan dan hemat biaya dalam penggunaannya,” tambahnya.

Contoh material graphene

Bila material ini diaplikasi dalam industri otomotif, Ranjbartoreh mengatakan bahwa di masa depan akan memungkinkan terjadinya pengembangan kendaraan ringan yang dapat mengkonsumsi sedikit bahan bakar, memproduksi lebih sedikit emisi CO2 dan tentunya mengurangi biaya operasi. (detik.com)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 19, 2011 in Material