RSS

Anodizing

11 Mei

A. Penjelasan Umum Tentang Anodizing

Anodizing adalah proses pelapisan secara elektrokimia yang bertujuan untuk mempertebal atau memperkuat lapisan protektif alami pada logam. Melalui proses elektrokimia ini akan terbentuk lapisan oksida berpori yang memungkinkan untuk dilakukan proses sekunder yaitu pewarnaan. Proses anodizing ini dapat meningkatkan keandalan dari permukaan material serta dapat meningkatkan ketahanan terhadap korosi. Aluminium merupakan logam yang sering di anodizing. Logam non-feros lain yang biasa di anodizing adalah Magnesium dan Titanium.

B. Anodizing Aluminium

Anodizing dilakukan dengan mencelupkan logam ke dalam larutan elektrolit asam dan mengalirkan arus listrik melalui media tersebut. Sebuah katoda dipasang pada tangki elektrolit tersebut dan logam yang akan di anodizing berlaku sebagai anodanya, sehingga ion oksigen dilepaskan dari larutan elektrolit untuk dikombinasikan dengan atom-atom aluminium pada permukaan logam yang di anodizing.

C. Kelebihan Proses Anodizing

Adapun kelebihan dari proses anodizing ini antara lain :

  • Keandalan

Pada umumnya produk yang mengalami anodisasi memiliki umur pakai yang lebih lama dan memiliki keandalan yang baik. Hal ini merupakan implikasi positif dari sifat lapisan yang terikat dengan kuat dengan substrat logam dasarnya.

  • Stabilitas Warna

Warna yang diaplikasikan pada lapisan hasil anodazing tahan terhadap sinar ultraviolet sehingga tidak mudah pudar.

  • Estetika

Anodizing dapat menghasilkan warna kilap yang sangat baik dan warna yang menarik. Tidak seperti proses surface treatment lainnya, anodizing tetap mengizinkan mempertahankan tampilan logam dasarnya.

  • Biaya

Untuk jangka panjang, anodizing merupakan pilihan surface treatment yang dapat memberikan nilai awal dan perawatan yang lebih rendah dibanding surface treatment yang lain.

  • Kesehatan dan Keselamatan

Proses anodizing menghasilkan permukaan berupa lapisan oksida yang efeknya tidak berbahaya terhadap lingkungan.

D. Tipe Anodizing

  • Chromic Acid Anodizing

Tipe ini menggunakan elektrolit Chromic Acid, menghasilkan lapisan hanya sekitar 0,5 hingga 2,5 mikron. Pada saat proses berlangsung, 50 % lapisan oksida terintegrasi ke dalam substrat dan 50% pertumbuhan lapisan keluar. Lapisan yang dihasilkan cenderung lebih ulet dibanding tipe lain.

  • Sulfuric Acid Anodizing

Tipe ini merupakan tipe yang umum dilakukan yaitu menggunakan Asam Sulfat sebagai elektrolit. Menghasilkan lapisan protektif sampai 25 mikron. 67% lapisan terintegrasi ke dalam sisanya keluar. Lapisan yang dihasilkan permeable dan bersifat porous sehingga dapat dilakukan pewarnaan. Bisa diaplikasikan untuk aplikasi arsitektur, bagian pesawat terbang, otomotif, maupun komputer.

  • Hard Anodizing

Elektrolit sama dengan tipe 2 tetapi menggunakan konsentrasi yang lebih pekat pada temperatur yang lebih rendah. Menghasilkan lapisan protektif sampai 75%. Menghasilkan lapisan dengan ketahanan korosi dan ketahanan abrasi yang sangat baik, anti pudar, tahan terhadap suhu tinggi. Diaplikasikan pada komponen yang membutuhkan ketahanan korosi yang tinggi seperti pada piston dan hydraulic gear

 
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: