RSS

Arsip Harian: Mei 11, 2011

W O W..!!! Pramugari di China Dibekali Kung Fu

Pimpinan suatu maskapai penerbangan di Hong Kong membekali para awak kabin berupa bela diri khas China, Kung Fu. Pelatihan silat ini berguna untuk menghadapi penumpang brengsek yang ingin cari gara-gara saat berada di pesawat terbang.

Menurut surat kabar South China Morning Post (SCMP) edisi Minggu, 17 April 2011, pelatihan Kung Fu itu diterapkan maskapai Hong Kong Airlines. Para awak kabin atau pramugari harus belajar jurus-jurus wing chun, yaitu suatu aliran Kung Fu yang digunakan untuk pertempuran jarak dekat. Namun para staf unit lain juga boleh berlatih kung fu, walau tidak wajib.

Seorang pramugari bernama Lumpy Tang mengaku tidak menduga bahwa belajar Kung Fu kini menjadi bagian dari pekerjaannya. “Kami awalnya terkejut namun, setelah beberapa sesi, kami menyukai wing chun,” kata perempuan 22 tahun itu kepada SCMP.

Menurut juru bicara Hong Kong Airlines, Eva Chan, pelatihan bela diri ini terinspirasi atas insiden yang sering dialami para awak kabin. Mereka kerepotan meladeni penumpang yang tidak mau diatur selama penerbangan berlangsung, bahkan sudah mengancam pramugari para awak kabin.

“Kasusnya bisa tiga kali dalam seminggu,” kata Chan, yang dikutip SCMP. Penumpang kurang ajar itu rata-rata akibat mabuk minuman keras. Menurut dia, ilmu kung fu itu sangat berguna bagi awak kabin, terutama yang perempuan, saat menghadapi penumpang yang berbadan besar.

“Biasanya, pramugari tidak mampu menangani seorang penumpang besar, terutama saat mabuk. Namun, berkat menjalani latihan, dia bisa mengatasinya dengan mudah,” lanjut Chan.
• VIVAnews

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 11, 2011 in Artikel Menarik

 

8 Hal Penyebab KENTUT

Hihihi..(mbacanya sambil bayangin yang lagi kentut) Banyak orang yang merasa malu jika ketahuan kentut karena masalah perkentutan seringkali dinilai dari sisi etika dan kesopanan. Padahal kentut itu sehat karena menandakan sistem pencernaan dan usus yang berfungsi normal.

https://i2.wp.com/i403.photobucket.com/albums/pp117/CYS77/kentut.jpg

Selama ini yang banyak diketahui orang, kentut dipicu dari makanan seperti kacang-kacangan, kedelai atau fast food yang merupakan jenis makanan penyebab flatulensi (perut kembung). Jika perut sudah kembung, tak berapa lama kemudian mungkin Anda akan mengeluarkan gas si kentut.

8 Hal Pemicu Terjadinya Kentut
Tapi bukan makanan saja yang bisa memicu buang angin alias kentut ini. Setidaknya ada 8 faktor yang mungkin menjadi pemicunya.

Kentut itu sehat karena menandakan gerakan peristaltik usus hingga anus berjalan normal. Tapi kalau buang anginnya keseringan itu pertanda ada gangguan di perut.

Pernahkah Anda mendengar seseorang harus menjalani operasi karena tidak bisa kentut? Jadi bersyukurlah kalau masih bisa kentut.

Seperti dikutip dari Digg, ada 8 hal yang bisa memicu seseorang sering kentut.

1. Naik pesawat.
Saat berada di lingkungan bertekanan udara rendah, gas yang terperangkap dalam tubuh akan terdorong ke luar sehingga Anda cenderung ingin kentut.

2. Gigi palsu yang dipasang tidak benar.
Jika Anda punya gigi palsu tapi pemasangannya kurang pas, maka akan banyak udara yang terjebak di sela-sela gigi. Lalu ketika menelan, udara akan ikut masuk ke dalam tubuh dan memungkinkan terjadinya kentut.

3. Anoreksia.
Ketika tidak ada makanan yang masuk ke dalam perut, lama kelamaan usus bisa mengecil. Tak hanya gas yang terperangkap di dalamnya, tapi juga bakteri. Alhasil, orang anoreksia cenderung mengeluarkan gas (kentut) yang bau.

4. Makan permen karet.
Semakin banyak mengunyah permen karet, semakin banyak pula gas yang berada di mulut. Selain itu pemanis buatan yang ada di permen karet biasanya sulit dicerna tubuh sehingga menimbulkan gas.

5. Mengisap ganja.
Sama halnya dengan mengunyah permen karet, mengisap ganja juga bisa memicu kentut karena banyak udara yang akan masuk melalui kegiatan inhalasi.

6. Minum bir.
Bir bisa memicu pengeluaran gas dari 3 faktor, yaitu air, karbonasi dan alkohol.

7. Kanker.
Punya penyakit kanker, terutama kanker perut dan usus besar biasanya bisa menyebabkan pengeluaran gas atau kentut yang terus menerus.

8. Konstipasi (Sembelit).
Meskipun terjadi penghambatan akibat konstipasi, tapi gas akan selalu mencari cara untuk keluar. Akan ada ruang kecil untuk gas keluar dari perut dan baunya akan lebih menyengat.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 11, 2011 in Artikel Menarik

 

Anodizing

A. Penjelasan Umum Tentang Anodizing

Anodizing adalah proses pelapisan secara elektrokimia yang bertujuan untuk mempertebal atau memperkuat lapisan protektif alami pada logam. Melalui proses elektrokimia ini akan terbentuk lapisan oksida berpori yang memungkinkan untuk dilakukan proses sekunder yaitu pewarnaan. Proses anodizing ini dapat meningkatkan keandalan dari permukaan material serta dapat meningkatkan ketahanan terhadap korosi. Aluminium merupakan logam yang sering di anodizing. Logam non-feros lain yang biasa di anodizing adalah Magnesium dan Titanium.

B. Anodizing Aluminium

Anodizing dilakukan dengan mencelupkan logam ke dalam larutan elektrolit asam dan mengalirkan arus listrik melalui media tersebut. Sebuah katoda dipasang pada tangki elektrolit tersebut dan logam yang akan di anodizing berlaku sebagai anodanya, sehingga ion oksigen dilepaskan dari larutan elektrolit untuk dikombinasikan dengan atom-atom aluminium pada permukaan logam yang di anodizing.

C. Kelebihan Proses Anodizing

Adapun kelebihan dari proses anodizing ini antara lain :

  • Keandalan

Pada umumnya produk yang mengalami anodisasi memiliki umur pakai yang lebih lama dan memiliki keandalan yang baik. Hal ini merupakan implikasi positif dari sifat lapisan yang terikat dengan kuat dengan substrat logam dasarnya.

  • Stabilitas Warna

Warna yang diaplikasikan pada lapisan hasil anodazing tahan terhadap sinar ultraviolet sehingga tidak mudah pudar.

  • Estetika

Anodizing dapat menghasilkan warna kilap yang sangat baik dan warna yang menarik. Tidak seperti proses surface treatment lainnya, anodizing tetap mengizinkan mempertahankan tampilan logam dasarnya.

  • Biaya

Untuk jangka panjang, anodizing merupakan pilihan surface treatment yang dapat memberikan nilai awal dan perawatan yang lebih rendah dibanding surface treatment yang lain.

  • Kesehatan dan Keselamatan

Proses anodizing menghasilkan permukaan berupa lapisan oksida yang efeknya tidak berbahaya terhadap lingkungan.

D. Tipe Anodizing

  • Chromic Acid Anodizing

Tipe ini menggunakan elektrolit Chromic Acid, menghasilkan lapisan hanya sekitar 0,5 hingga 2,5 mikron. Pada saat proses berlangsung, 50 % lapisan oksida terintegrasi ke dalam substrat dan 50% pertumbuhan lapisan keluar. Lapisan yang dihasilkan cenderung lebih ulet dibanding tipe lain.

  • Sulfuric Acid Anodizing

Tipe ini merupakan tipe yang umum dilakukan yaitu menggunakan Asam Sulfat sebagai elektrolit. Menghasilkan lapisan protektif sampai 25 mikron. 67% lapisan terintegrasi ke dalam sisanya keluar. Lapisan yang dihasilkan permeable dan bersifat porous sehingga dapat dilakukan pewarnaan. Bisa diaplikasikan untuk aplikasi arsitektur, bagian pesawat terbang, otomotif, maupun komputer.

  • Hard Anodizing

Elektrolit sama dengan tipe 2 tetapi menggunakan konsentrasi yang lebih pekat pada temperatur yang lebih rendah. Menghasilkan lapisan protektif sampai 75%. Menghasilkan lapisan dengan ketahanan korosi dan ketahanan abrasi yang sangat baik, anti pudar, tahan terhadap suhu tinggi. Diaplikasikan pada komponen yang membutuhkan ketahanan korosi yang tinggi seperti pada piston dan hydraulic gear

 
 

Pemisahan Air Pada Adonan BHA

Setelah Adonan dituang dalam cetakan dan setelah dibiarkan setelah 5 hari, air mulai memisah ke bagian atas

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 11, 2011 in Bio Material, Material