RSS

Apa Kavitasi itu???

07 Mei
Kavitasi atau Cavitation adalah pembentukan gelembung gas pada pompa karena tekanan sangat rendah mencapai dibawah tekanan uap sehingga air menguap karena tekanan yang sangat rendah ini.Saat sejenis pompa misal pompa dragon ditarik, maka akan menyebabkan udara didalam pompa tekanannya turun drastis. pada tekanan yang sangat rendah menyebabkan air mudah sekali menguap meskipun temperaturnya normal. Kejadian ini bisa juga terjadi pada kincir air / turbin mesin perahu.

Untuk menghindari terjadinya kavitasi tentunya menarik pompa lebih pelan sehingga sebelum air menguap tekanannya kembali normal karena air sudah naik. Atau pada turbin, rotasi putarannya lebih kecil. Tentu kompensasinya agar outputnya sama, diameter pompa harus lebih besar atau ukuran turbin yang lebih besar

materi referensi:

Terus Bagaimana cara mengatasi kavitasi itu??? Ingin tahu??? …….
Berikut cara menghindari kavitasi.Persamaan untuk meninjau kavitasi adalah NPSH dan NPSH ini harus bernilai positif. Jika negatif maka kavitasi telah terjadi.

NPSH = (Patm – Pv/ ρg) – Z

Lalu untuk aplikasi pompa dan piping diperluas menjadi,

NPSH = (Patm – Pv/ ρg) – Z – NPSH_required – H_loss

Jadi yang mempengaruhi kavitasi adalah,

1. Patm, tekanan atmosfer semakin tinggi dari permukaan air laut, maka tekanan atmosfer semakin rendah. Karena itu dapat meningkatkan resiko kavitasi(jika NPSH menjadi negatif).

2. Pv, tekanan jenuh.
Temperatur cairan yang dipompa sangat berpengaruh pada nilai NPSH. Semakin tinggi temperatur yang dipompa, maka resiko kavitasi semakin tinggi.

3. Z, ketinggian kolom air suction ke pompa
Semakin tinggi pompa dari kolom air yang akan dihisap, kemungkinan terjadi kavitasi akan semakin tinggi. Semakin tinggi air semakin rendah tekanan.

4. NPSH required,
Pompa umumnya memiliki karakteristik NPSH required tersendiri.

5. H_loss
Panjang pipa suction, jumlah fitting, strainer dan jenis pipa yang kasar, akan mempengaruhi rugi tekanan/head, yang akan berpengaruh pada besarnya sisa NPSH.
(Untuk poin ke lima ini akan lebih dibahas pada post yang lain)


Maka, solusi untuk mencegah kavitasi pada desain awal dan saat operasi adalah,
1. Sebisa mungkin meletakkan posisi pompa di bawah muka air/fluida sisi hisap
2. Menjaga temperatur fluida agar tidak terlalu tinggi
3. Mengurangi jumlah fitting pada area suction
4. Diameter nominal pipa harus lebih besar atau sama dengan nominal flange suction pompa
5. Jika dipakai strainer, maka luas bukaan mesh strainer sekurangnya 1.5x DN suction.
6. Pilih pompa dengan kategori dengan NPSH_required yang rendah
7. Jika kavitasi sudah terjadi dan instalasi harus tetap, maka pompa harus dioperasikan pada flow rate yang rendah.Demikian,,dipersilakan untuk saran dan tambahan materi yang teman2 ketahui

 
 

3 responses to “Apa Kavitasi itu???

  1. matsaudi

    September 17, 2014 at 9:01 am

    Mau tanya gan.apakah bisa air dari pompa satu lansung dihisap sama pompa dua.tampa ada tengki penampungan sebelom pompa dua?,,,

     
    • catatanabimanyu

      Oktober 26, 2014 at 8:59 pm

      Bisa saja bos. Hal ini biasa dilakukan jika memang head yang diperlukan tidak tercapai untuk satu pompa. Jadi pompa itu disusun seri. Dalam hal ini tidak akan merubah kapasitas, akan tetapi head nya meningkat.

       
  2. mamat

    November 3, 2015 at 5:21 pm

    selamat sore gan.saya mau bertanya.ideal nya untuk pipa input pompa,seperti apa,apakah lebih besar dari input pompa itu sendiri,atau lebih kecil dari input pompa itu sendri,atau mengikuti input pompa nya itu sendiri?
    apakah boleh pipa input lebih kecil dari pipa out put pompa?
    seperti apa ideal nya untuk pipa input dan pia output?
    terima kasih banyak gan semoga saya bisa dapat jawaban nya.

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: