RSS

Arsip Kategori: Travelling

Daerah Wisata Kawasan Baturaden

Di Baturaden ini kita bisa menikmati berbagai jenis wisata, yakni:

Pancuran 3 (Telu)

Di pancuran ini mengalir air panas yang mengandung belerang. Selain untuk merasakan kehangatan, wisatawan berkunjung ke sana juga untuk menikmati khasiat belerang untuk mengatasi berbagai penyakit kulit dan tulang.

Pancuran 7 (Pitu)

Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 27, 2012 in Artikel Menarik, Travelling

 

8 Gua Bersejarah di Dunia

1. Petra, Jordan

Kota Petra di Yordania dikenal sebagai setting dari film, Indiana Jones dan Perang Salib Terakhir. Ini juga salah satu dari 7 keajaiban dunia yang baru, dan sangat mudah untuk melihat mengapa arsitektur termasuk yang paling canggih yang pernah dilihat. Dibangun ke dalam lereng Gunung Hor, Petra berkembang selama zaman Romawi, tetapi tidak diketahui oleh dunia barat sampai 1812 ketika ditemukan oleh penjelajah Swiss, Johann Ludwig Burckhardt. Lebih dari 800 monumen individu dapat dilihat di Petra, termasuk makam,tempat mandi, ruang pemakaman dan kuil
2. Al-Hijr, Saudi Arabia
Di antara situs paling terkenal Arab Saudi arsitektur adalah Al Hijr, juga dikenal sebagai Madain Saleh. Bagian depan tempat tinggal di Al Hijr telah diukir di gunung batu pasir kadang-kadang di milenium kedua SM. Al Hijr – yang secara harfiah berarti ‘tempat berbatu’ – diyakini telah dihuni oleh Nabataeans dan Tsamud. Ini fitur sumur air, makam monumental awet, prasasti dan gambar gua. Read the rest of this entry »
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 20, 2011 in Artikel Menarik, Travelling

 

Keindahan 7 Kejaiban Dunia Yang Baru Versi New7wonders

Panitia New7Wonders of Nature telah mengumumkan tujuh finalis yang mendapatkan dukungan suara terbanyak sebagai tujuh keajaiban dunia baru untuk kategori alam. Selain Taman Nasional Komodo, ada Amazon, Halong Bay, Iguazu Falls, Jeju Island, Puerto Princesa Underground River dan Table Mountain.Mereka menyingkirkan 21 destinasi wisata alam lainnya yang masuk dalam jajaran finalis dan turut bersaing memenangi voting. Berikut profil mereka, seperti dikutip dari new7wonders:

1. Taman Nasional Komodo

Taman Nasional Komodo yang meliputi Pulau Komodo, Rinca and Padar, ditambah pulau-pulau lain seluas 1.817 persegi adalah habitat asli komodo. Taman Nasional Komodo didirikan pada 1980 untuk melindungi kelestarian komodo. Tak hanya hewan langka tersebut, Taman Nasional Komodo juga untuk melindungi berbagai macam satwa, termasuk binatang-binatang laut.
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 20, 2011 in Artikel Menarik, Travelling

 

Gunung Api Terkecil di Dunia

Oleh Olenka Priyadarsani

Bulan Maret yang lalu saya memiliki beberapa hari waktu libur, sehingga saya memutuskan untuk pergi ke Filipina seorang diri. Bohol atau Palawan sangat menarik untuk dikunjungi, namun karena singkatnya waktu yang saya miliki, sulit untuk mencapai kedua tempat tersebut.

Lagipula, sebagai orang Indonesia dengan pantai-pantainya yang luar biasa indah, mengapa saya harus ke Filipina untuk berwisata pantai. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk pergi ke Tagaytay di Provinsi Cavite selain mengunjungi Manila.

Tagaytay adalah salah satu tujuan wisata populer di Filipina, terutama bagi mereka yang berada di Pulau Luzon. Kota kecil ini berada di dataran tinggi dengan suhu udara relatif lebih sejuk daripada daerah lain di pulau. Selain itu, di Tagaytay ada Gunung Taal, gunung api terkecil di dunia yang berada di tengah-tengah Danau Taal. Sementara itu di tengah-tengah Gunung Taal adalah sebuah kaldera yang berbentuk seperti danau.

Jadi, saya berangkat dengan sebuah maskapai Filipina dari Jakarta. Penerbangan tengah malam tersebut membawa saya tiba di Ninoy Aquino International Airport (NAIA) pada pukul 06.00 pagi. Sebelum berangkat, saya sempat bertanya kepada beberapa rekan Filipina, bagaimana caranya pergi ke Tagaytay.

Mereka semua menyarankan untuk memilih taksi kuning dengan argometer. Sayangnya, ketika bertanya pada petugas taksi, ia mengatakan bahwa peraturan baru menyatakan taksi kuning tidak boleh keluar dari Metro Manila.

Akhirnya, saya menguji keberuntungan dengan bertanya ke konter taksi putih dengan tarif yang ditentukan di depan. Kabar buruk. Mereka mengatakan bahwa ongkos taksi ke Tagaytay adalah 1000 peso Filipina atau sekitar 80 dolar Amerika! Tentu saja saya tidak mau membayar begitu banyak, masa ongkos taksi sekali jalan lebih mahal daripada ongkos tiket Jakarta-Manila.

Untung saya membawa buku panduan yang menginformasikan bahwa bus menuju Tagaytay dapat dicari di Pasay City. Dengan taksi kuning berargometer, saya hanya membayar sekitar 20 ribu rupiah hingga ke Pasay City. Dari Terminal Pasay saya naik salah satu bus dengan tulisan Tagaytay di kaca depan.

Sebenarnya, bus-bus tersebut menuju ke kota Nasugbu dan Balayan melalui Aguinaldo Highway yang melewati kota Tagaytay. Dengan ongkos sekitar 15 ribu rupiah — saya lupa berapa peso tepatnya — saya menikmati perjalanan tiga jam dalam bus yang baru, bersih, ber-AC, dan sangat nyaman. Kondekturnya menggunakan mesin tiket elektronik ketika penumpang membayar ongkos. Sistem ini sangat bagus untuk meminimalisasi kecurangan.

Perjalanan dengan bus menuju ke Tagaytay tidak terlalu berbeda dengan di Indonesia. Lalu lintas cukup buruk di Manila, namun makin membaik ketika kami makin menjauhi kota. Perjalanan melalui beberapa kota, antara lain Dasmarinas dan Silang. Saya turun ketika tiba di Plaza Olivarez di Tagaytay City.

Danau Taal berada di Provinsi Barangas, sekitar 20 menit menggunakan becak motor. Christopher, pengemudi becak saya, mengendarai becak melalui jalanan berliku turun mendekati bibir danau. Pemandangan danau sangat indah. Di tepi danau, Anda harus menyewa perahu untuk menyeberang hingga ke Pulau Taal.

Sesampainya di pulau, Anda dapat menyewa kuda — lebih tepatnya keledai — untuk membawa Anda ke kawah, sekitar satu jam perjalanan. Harganya cukup mahal, waktu itu saya membayar sekitar 300 ribu rupiah pulang pergi. Bila Anda merasa cukup kuat, Anda dapat berjalan memilih untuk berjalan kaki. Jalan setapak menuju kawah sangat kering, berdebu, dengan medan yang cukup sulit.

Pastikan Anda mengenakan topi lebar, kacamata hitam, serta masker. Anda juga akan membutuhkan banyak air putih karena terik matahari.

Kawah tersebut seluas kira-kira dua kilometer persegi. Di tengah kawah ada sebuah pulau yang diberi nama Vulcan Point. Vulcan Point disebut sebagai pulau terbesar di dunia yang berada di dalam sebuah danau yang berada dalam pulau yang ada dalam danau di sebuah pulau. Cukup membingungkan bukan? Lebih jelasnya, Vulcan Point adalah sebuah pulau yang berada di Danau Kawah, di Pulau Taal yang berada di Danau Taal, di Pulau Luzon.

Objek wisata lain di sekitar Tagaytay adalah People’s Park in the Sky yang merupakan puncak tertinggi di Tagaytay City. Presiden Filipina pada saat itu, Imelda Marcos, berniat membangun istana di puncak bukit tersebut namun pembangunannya tidak pernah diselesaikan.

Dari puncak bukit tersebut, Anda dapat melihat Danau Taal, Teluk Balayan, Laguna de Bay, dan Teluk Manila. Selain itu, Anda juga dapat menikmati hijaunya bukit-bukit di sekitar puncak.

Akomodasi sangat mudah ditemukan di Tagaytay City. Anda dapat memesannya lewat internet atau langsung datang. Bila Anda berkunjung ke tempat ini jangan lupa mencoba beberapa makanan tradisional. Sinigang adalah semacam sup ikan atau ayam dengan rasa gurih dan asam yang merupakan masakan umum di Filipina.

Atau coba juga balut, embrio (telur sebelum menetas) bebek yang dimakan dengan cangkangnya — jujur saya tidak sanggup memakannya. Di Tagaytay, pastikan Anda juga mencoba buko pie atau pia dengan isi kelapa muda. Yang terakhir ini adalah favorit saya!

Selamat bertualang!

Sumber: http://id.travel.yahoo.com

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 4, 2011 in Travelling

 

Phu Quoc: Upaya Vietnam untuk Menjadi Raja Pantai Asia

Bagaimana Vietnam berharap untuk meningkatkan jumlah wisatawan jadi 2 juta orang dengan bantuan sebuah pulau yang tenang dan sepi.

Oleh Christopher Johnson

Jika Anda pernah bertanya-tanya seperti apa rupa Thailand pada akhir 1980-an, datanglah ke Pulau Phu Quoc di lepas pantai barat daya Vietnam, salah satu tujuan baru di ‘sirkuit’ Teluk Siam yang mencakup Koh Samui, Koh Chang, dan Koh Kong.

Dengan cepat, Phu Quoc menjadi tujuan populer wisata pulau di Vietnam. Sampai sekarang, Phu Quoc berhasil mempertahankan karakter yang tidak lagi akan Anda temui di Thailand.

Pedagang pasar mengenakan topi kerucut menjajakan baguette, bebek, kadal terbang dan barang lain yang jarang terlihat di sisi Teluk bagian Thailand, sedangkan sepeda motor melewati jalan tanah merah untuk melewati peternakan mutiara dan pelabuhan perikanan gaya lama.

Penduduk desa, yang membasahi jalan dengan air dan menegakkan pagar ilalang untuk melindungi rumah mereka dari debu, mengumpulkan rumput laut dan menangkap cumi dengan jaring menggunakan derek buatan sendiri.

Cadangan hutan lindung di Phu Quoc memiliki air terjun tempat pemuda Vietnam dan turis asing menikmati pemandangan dan mendinginkan badan.

Kerajinan dari pulau ini telah meningkatkan ekonomi lokal – dan harga – sekitar 10 persen per tahun.


Cadangan hutan lindung di Phu Quoc memiliki air terjun tempat pemuda Vietnam dan turis asing menikmati pemandangan dan mendinginkan badan.

Dua juta wisatawan tahun 2020

Di tengah rencana pemerintah untuk memperluas bandara Duong Dong agar dapat menampung penerbangan internasional, Phu Quoc – pulau terbesar di Vietnam dengan luas 574 kilometer persegi – berkembang sangat cepat.

Pemerintah berencana untuk meningkatkan kedatangan wisatawan tahunan dari 77 ribu pada 2010 menjadi 2 juta pada 2020, dan banyak investor dari Eropa, Thailand, Malaysia dan daratan Vietnam membeli tanah, membuka restoran, serta toko-toko menyelam.

Banyak veteran Thailand sudah membandingkan Phu Quoc dengan Koh Samui pada 1980-an, atau Koh Chang pada 1990-an.

“Pulau ini memiliki hutan yang terlindungi dengan sangat bagus serta ukurannya tak terlalu besar,” kata Jean-Marie Helleputte, seorang hakim dari Belgia yang membeli tanah beberapa tahun lalu di dekat Long Beach Phu Quoc dengan istrinya Thanh, pengasingan Vietnam yang telah kembali ke negara asalnya.

“Anda akan mendapati berbagai macam tanaman dan pohon-pohon dan pantai-pantainya juga sangat bagus. Warna alam di sini sangat indah, hijaunya berbeda-beda karena banyak hujan.”

Menurut dia, jalan-jalan baru membuat perjalanan lebih mudah, terutama pada musim hujan yang membuat jalan jadi berlumpur. Perusahaan taksi baru, dengan pengemudi yang mengenakan kemeja serta dasi, menurunkan biaya transportasi ke tingkat lebih wajar.

Meski begitu, seperti orang lain di pulau ini, Helleputte khawatir bahwa pertumbuhan jumlah wisatawan dan pembangunan akan mengganggu ketenangan pulau. “Pemerintah Vietnam akan membuat pulau ini jadi Singapura Kecil,” katanya. “Penduduk Phu Quoc menghasilkan banyak uang dengan menjual tanah mereka ke orang asing untuk pembangunan hotel.”

Sanne Rasmussen, seorang instruktur dengan di Rainbow Divers, yang telah mengadakan perjalanan menyelam dari Phu Quoc selama 10 tahun, mengatakan meningkatnya jumlah wisatawan, hotel besar, dan jalan aspal akan menghilangkan ‘pesona kemurnian Vietnam’ dan mengubah pulau ini menjadi “kota yang sama dengan kota lain di seluruh dunia. “


Menggunakan kayu kelapa lokal dan ilalang, pekerja konstruksi dan keluarga mereka bekerja cepat untuk membantu industri pariwisata Vietnam mengejar ketinggalan dengan Thailand.

Lokasi menyelam dan kelezatan lokal

“Menurut saya, pulau ini sama sekali tidak siap untuk menjadi pusat turis – kami mengalami pemadaman listrik dua hari sekali pada musim sibuk dan beberapa tempat tidak memiliki air panas.”

Setidaknya air di laut selalu memiliki suhu yang bagus untuk menyelam dan snorkeling.

Rasmussen mengatakan, perairan dangkal di sekitar pulau-pulau kecil cocok untuk penyelam pemula, dan penyelam ahli juga dapat mencari nudibranch, kerang Cowrie, hiu bambu dan kura-kura.

Menurutnya, Rainbow Divers baru saja menemukan sebuah situs rumput laut dengan naga laut dan melihat dugong, beberapa makhluk paling langka di Asia Tenggara.

Ikan warna-warni di perairan Phu Quoc mungkin mirip dengan ikan-ikan di tetangga mereka di Teluk Siam, tapi masakan Phu Quoc lebih dipengaruhi oleh sentuhan Prancis. Pulau ini juga menghasilkan lada lezat dan saus ikan nuoc mam.

Di antara kios-kios di keramaian pasar malam, Rasmussen menyebut favoritnya termasuk sarapan atau tapas di Mondo, yang dimiliki oleh pasangan Swedia, makanan Jerman di German B; Peppers Pizza, sebuah restoran di depan Hotel Viet Thanh; dan kopi di tempat bernama Mister Dung.

Untuk resor kelas atas, ia merekomendasikan Eden, Mango Bay dan terutama Chen La untuk berbulan madu, sementara penyelam banyak menginap di Hotel Viet Thanh.

Setengah jalan menyusuri pantai panjang dari kota Duong Dong kota, resort yang dikelola oleh keluarga Thai Tan Tien menawarkan bungalow baru yang luas untuk $ 20 per malam. Di sini Anda bisa tinggal dengan tenang dan memiliki dermaga di atas rawa menuju ke restoran pinggir pantai tempat wanita lokal giat memberikan pijat tradisional di pantai.

Untuk saat ini, Phu Quoc sudah cukup menyenangkan dalam bentuk sederhana, masih didominasi oleh keluarga lokal yang menyewakan sepeda motor untuk $ 5 sehari dan bungalow dengan $ 20 per malam.

Meskipun kurang memiliki pasir putih Thailand, pasir di pantai keemasan Phu Quoc lembut, dan menarik semakin banyak wisatawan.


Kesederhanaan hidup di pulau-pulau Thailand pada 1980an ini tetap terjaga di Pulau Phu Quoc.

Cara pergi ke sana

Wisatawan dari Saigon biasanya menggunakan penerbangan murah (sekitar $ 50-100) Vietnam Airlines, Mekong Air atau lainnya demi menghindari perjalanan bus yang panjang dan melelahkan melewati rawa-rawa Delta Mekong.

Tapi jembatan-jembatan baru dan jalan halus berarti perjalanan bus yang lebih cepat, lebih murah – perjalanan saya butuh waktu 5 jam – sampai ke pelabuhan Rach Gia, dan kemudian menggunakan hydrofoil cepat, sekitar dua jam, ke Phu Quoc.

Ha Tien, hanya satu jam naik feri dari Phu Quoc, adalah titik masuk ke Kamboja.

Sumber: http://id.travel.yahoo.com

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 28, 2011 in Artikel Menarik, Travelling

 

Kawah Ijen Banyuwangi

Kawah Ijen terletak di puncak Gunung Ijen yang merupakan salah satu dari rangkaian gunung berapi di Jawa Timur seperti Bromo, Semeru, dan Merapi. Gunung Ijen terletak di sebelah timur Gunung Merapi (di Jawa Timur juga terdapat gunung yang memiliki nama yang sama dengan gunung di Jawa Tengah yaitu Gunung Merapi). Kawasan Wisata Kawah Ijen atau Cagar Alam Taman Wisata Ijen terletak di wilayah Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi dan Kecamatan Klobang, Kabupaten Bondowoso.

Kawah Ijen terletak di ketinggian 2.368 meter di atas permukaan laut. Yang menarik adalah kawah ini terletak di tengah kaldera yang terluas di Pulau Jawa. Ukuran kaldera sekitar 20 kilometer. Ukuran kawahnya sendiri sekitar 960 meter x 600 meter dengan kedalaman 200 meter. Kawah ini terletak di kedalaman lebih dari 300 meter di bawah dinding kaldera.

Mengapa Kawah Ijen merupakan salah satu kawah paling asam terbesar di dunia? Tahukah Anda berapa derajat keasaman (pH) dari kawah ini? Kawah ini memiliki tingkat keasaman yang sangat tinggi yaitu mendekati nol sehingga bisa melarutkan tubuh manusia dengan cepat. Selain itu, suhu kawah yang mencapai 200 derajat celcius menambah takjub akan kawah yang sangat besar ini. Namun, dibalik angka-angka yang membuat rasa takut tersebut, ternyata kawah ini menyajikan pesona keindahan yang juga menakjubkan. Keindahan apa saja yang bisa Anda dapatkan di Kawah Ijen?

Pesona Keindahan Kawah Ijen

Kawah Ijen dari atas Gunung Ijen terlihat sangat indah. Kawah ini merupakan danau yang besar berwarna hijau kebiruan dengan kabut dan asap belerang yang sangat memesona. Selain itu, udara dingin dengan suhu 10 derajat celcius, bahkan bisa mencapai suhu 2 derajat celcius, akan menambah sensasi tersendiri. Berbagai tanaman yang hanya ada di dataran tinggi juga dapat Anda temukan, seperti Bunga Edelweis dan Cemara Gunung.

Saat pagi hari, ketika matahari mulai menyinari kawasan Kawah Ijen, pemandangan yang indah dapat Anda nikmati. Kawah Ijen yang berwarna hijau kebiruan akan ditambah cahaya matahari yang berwarna keemasan memantul di kawah tersebut. Pemandangan menakjubkan juga dapat Anda peroleh dengan menyaksikan pesona keindahan Gunung Merapi yang berdekatan. Gunung Merapi memiliki kemiripan bentuk dengan Gunung Ijen. Saat yang paling tepat untuk menyaksikan keindahan Ijen adalah pada pagi hari.

Untuk menuju Kawah Ijen, Anda harus menyusuri jalan setapak menyusuri tebing kaldera. Jangan lupa membawa penutup hidup karena kadang asap belerang tertiup angin melewati jalur tersebut. Anda juga dapat mengelilingi kaldera di kawasan ini yang memakan waktu mencapai 8 hingga 10 jam berjalan kaki.

Penambang Belerang Tradisional

Salah satu yang menjadi perhatian pengunjung di kawasan Kawah Ijen adalah adanya penambang belerang tradisional. Mereka dengan berani mendekati danau untuk menggali belerang dengan peralatan sederhana lalu dipikul dengan keranjang.

Para penambang belerang ini mengambil belerang dari dasar kawah. Di sini asap cukup tebal, namun dengan peralatan penutup hidung sekadarnya seperti sarung, mereka tetap mencari lelehan belerang. Lelehan belerang didapat dari pipa yang menuju sumber gas vulkanik yang mengandung sulfur. Gas ini dialirkan melalui pipa lalu keluar dalam bentuk lelehan belerang berwarna merah. Setelah membeku belerang berwarna kuning.

Setelah belerang dipotong, para penambang akan memikulnya melalui jalan setapak. Beban yang dipikul cukup berat antara 80 hingga 100 kg. Para penambang sudah terbiasa memikul beban yang berat ini sambil menyusuri jalan setapak di tebing kaldera menuruni gunung sejauh 3 kilometer.

Menuju Kawah Ijen

Bagaiamana kawand??? luar biasa bukan, pesona alam Kawah Ijen?? terus gimana nih jalur transportasi ke sana? Ini nih jalur transportasinya.

Anda dapat mencapai Kawah Ijen melalui dua alternatif rute. Berikut ini rute yang sering digunakan oleh para pengunjung Kawah Ijen:

  • Banyuwangi

    Rute ini lebih sulit dilalui karena kondisi jalan yang buruk. Biasanya digunakan oleh para pendaki untuk rute pendakian Gunung Ijen. Rute ini dapat ditempuh dari Banyuwangi, lalu menuju Kecamatan Licin. Dari Licin menuju Jambu lalu ke Patulding. Dari Patulding Anda tinggal berjalan kaki melewati jalan setapak dan tebing kaldera sejauh 2 kilometer menuju Kawah Ijen. Total jarak tempuh melewati rute ini adalah 38 kilometer.

  • Bondowoso

    Rute ini lebih mudah dilalui karena kondisi jalan yang bagus dan relatif mulus. Rute ini dapat ditempuh dari Bondowoso, lalu menuju Wonosari, lalu ke Sempol dan akhirnya ke Patulding. Dari Patulding Anda tinggal berjalan kaki melewati jalan setapak dan tebing kaldera sejauh 2 kilometer menuju Kawah Ijen. Jarak tempuh melewati rute ini adalah 70 kilometer dengan pemandangan pohon kopi dan hutan pinus yang memesona.

Anda dapat menuju Bondowoso maupun Banyuwangi dengan transportasi umum dari Surabaya. Jarak dari Surabaya ke Bondowoso maupun Banyuwangi kurang lebih 200 kilometer. Untuk alasan keamanan, Kawah Ijen ditutup mulai pukul 14.00 karena intensitas asap belerang yang beracun meningkat setelah jam tersebut.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Agustus 6, 2011 in Travelling

 

11 Tempat Wisata Teromantis

1. Pulau Bintan, Riau

Pulau Bintan teletak di Provinsi Kepulauan Riau, suasana di pulau ini sungguh memikat, keindahan alam salah satunya. Kemilau pasir putih, birunya air laut, dan rimbunnya pepohonaan merupakan perpaduan yang membuat pulau ini begitu cantik. Di pulau ini terdapat banyak tersedia resor yang bisa disewa untuk bulan madu, private beach, wisata selam, serta wisata kuliner yang bisa jadi alternatif saat berbulan madu.

2. Kaliurang, Yogyakarta

Kaliurang berjarak 28 kilometer arah utara dari pusat kota Yogyakarta, tepatnya di dusun kaliurang , Hargobinangun, Pakem, Sleman. Kaliurang kini menjadi sebuah kawasan wisata alam dan budaya yang memikat. Kaliurang memang cocok sebagai tempat berbulan madu. hawanya yang sejuk dan berlatar alam pegunungan disertai gemericik sungai sungguh menjadikan bulan madu menjadi begitu romantis.

3. Pantai Senggigi, Lombok

Pantai ini terletak di sebelah barat pesisir Lombok, suasana asrinya dan pemandangan bawah laut nan mempesona. Ombak yang tidak terlalu besar danm tenang tentu saja akan menambah keromantisan bulan madu.

4. Pulau Moyo, Nusa Tenggara Barat

Jika ingin benar-benar merasakan dunia milik berdua, tak ada salahnya memilih Pulau Moyo di Nusa Tenggara Barat, sebagai tempat bulan madu. Daerahnya masih sepi dan asli, tapi jangan takut tak ada fasilitas. Di sana ada cottage-cottage yang menyediakan aneka fasilitas. Selain hamparan pasir putih, ada juga terumbu karang lengkap dengan ikan laut warna-warni. Tak ketinggalan air terjun serta kolam-kolam alami.

5. Desa Ubud, Bali

Desa ini terkenal dengan budaya dan keindahan alamnya. Disini, Anda dan pasangan akan merasakan ketenangan jiwa raga dengan melihat pemandangan pegunungan yang hijau dan indahnya sawah bertingkat. Desa ini juga diyakini bisa memberikan sejuta inspirasi.

6. Bunaken, Manado, Sulawesi Utara

Pulau ini terdapat Taman Laut Bunaken yang eksotis. Taman laut ini merupakan salah satu laut yang memiliki biodiversitas kelautan tertinggi di dunia. Lokasi resor sangat strategis dengan pemandangan alam Bunaken yang indah. Tak ada salahnya kan , setelah beromantis-romantisan dengan pasangan, kemudian mengeklsporasi keindahan bawah laut Bunaken dengan melakukan snorkling?

7. Kampung Sampireun, Garut, Jawa Barat

Kampung Sampireun terletak di Ciparay, desa Sukakarya, Garut, Jawa Barat. Kampung Sampireun ini menawarkan semua kesederhanaan sekaligus kenyamanan fasilitas yang Anda butuhkan untuk bulan madu Anda.Jika Anda ingin merasakan suasana pedesaan khas Sunda, lengkap dengan bale-bale, masakan Sunda, musik Sunda, maka Kampung Sampireun bisa menjadi pilihan tempat bulan madu. Pemandangan yang indah dan lingkungan yang tenang, udara bersih dan segar itu menjadikan resor ini tempat yang tepat untuk pasangan yang berbulan madu.

8. Pulau Belitung

Pulau Belitung didominasi pantai dengan panorama indah, air yang jernih, dan hamparan pasir putih di sepanjang pesisir pantai. Banyaknya teluk-teluk dengan perairan tenang menjadikan tempat ini cocok bagi pasangan bulan madu yang gemar olahraga air. Pemandangan alam menakjubkan di Pulau Belitung, barangkali tidak dapat dijumpai di pulau-pulau lain, inilah keistimewaan pulau ini, manarik dijadikan tempat untuk bulan madu nan romantis.

9. Tanjung Lesung, Banten

Tanjung Lesung terletak di kawasan pantai barat Selat Sunda, tepatnya di Desa Tanjung Jaya, Pandeglang, Banten. Resor ini dapat dijadikan alternatif tujuan bulan madu Anda dengan pasangan tercinta, ditempuh selama 3,5 jam dari ibu kota Jakarta lewat Pandeglang. Suasana disini begitu memikat dengan pesona keindahan biru lautnya dan pasir putih yang terhampar luas. Menikmati keindahan laut yang begitu cantik serta air laut yang amat jernih sehingga bisa terlihat ikan-ikan yang berenang melewati terumbu-terumbu karang. Beragam aktivitas olahraga air terdapat di sini, seperti; Banana Boat, Jet Ski, hingga berpetualang menelusuri Gunung Krakatau.

10. Pulau Umang, Banten

Pulau Umang terletak di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten. Tempat ini cocok untuk lari dari kebisingan kota sekaligus menikmati indahnya momen bulan madu. Di pulau ini, terdapat resor yang ditata dengan sentuhan artistik alami, Keindahan laut yang dikelilingi pegunungan makin menambah suasana romantis saat berbulan madu.

11. Pulau Takabonerate

Takabonerate di Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan, akan disiapkan sebagai daerah tujuan wisata internasional dengan mengagendakan sejumlah penyelenggaraan program-program wisata tahunan internasional. obyek wisata bahari Takabonerate yang merupakan taman laut terindah ketiga dunia yang memiliki jutaan biota laut yang dilindungi.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 20, 2011 in Artikel Menarik, Travelling